Aksi
—-Rancangan Aksi Komunitas—–
BIRO INTERNAL
Divisi Kajian dan Penguatan Wacana
Sesuai namanya divisi ini diharapkan mampu menggawangi hasrat komunitas untuk mengkaji, bertarung, dan saling menimba khazanah pengetahuan dunia sampe akhirat. Mulai tema filsafat, agama, tashawuf, kebudayaan, cultural studies, maupun tema-tema aktual termasuk tema-tema remeh temeh ataupun sekedar roman picisan. Disajikan dalam bentuk kajian, kuliah, debat kusir, bedah buku/film, atau refleksi, para awak PUSPeK melakukan ritual rutin ini setiap Hari Kamis sore di Markas PUSPeK di daerah Dieng, Malang Malang. Puji Tuhan, sampai sekarang masih istiqomah dan selalu saja ada keluarga baru yang datang.
Di samping diskusi Kemisan, Divisi ini juga berusaha mewadahi diskusi bahasa Inggris bertajuk Sunday English Community (SEC). Nyatanya, program ini harus jatuh bangun ketika diikhtiarkan agar kontinue. Ini bisa dimaklumi mengingat sebagian besar anggota komunitas ini tidak familiar (baca : bodo) dengan Bahasa Inggeris, khususnya Conversation-nya.
Divisi ini juga bertugas melakukan workshop-workshop kecil dalam menyusun silabus pelatihan yang dibutuhkan oleh “konstituen” PUSPek di Malang. Bahkan divisi ini juga membuka pintu bagi para mahasiswa akhir -yang percaya diri- untuk mempresentasikan naskah skripsi dan tesis. Tentunya dengan tema yang bersahabat.
Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Komunitas
Cita-cita besar PUSPeK meniscayakan membentuk divisi ini. Capacity Building adalah spirit yang harus diemban oleh para begundal di divisi ini. Mulai mengumpulkan buku dan publikasi riset sosial, mengupayakan pelatihan internal seperti diklat menulis dan ansos, sampai mengakses informasi serta mendistribusikan anggota komunitas untuk mengikuti berbagai pelatihan di luar sono.
Divisi ini juga berambisi menjadi Lemlit yang tidak hanya mengambil domain internal, namun juga menjadi organ yang nantinya bisa menyaingi LIPI. Tak heran jika divisi ini menyibukkan diri untuk membikin proposal penelitian baik yang swadaya, maupun “pesanan”.
BIRO EKSTERNAL
Divisi Advokasi dan Community Organizer
Founding Fathers divisi ini adalah Damanhuri, seorang aktiifis buruh kawakan, meski namanya sama sekali tidak terkenal. Pasukan di divisi ini memilki tugas paling banyak, yaitu :
-
Pluralisme Watch, Memantau isu-isu agama dan SARA di Malang Raya dan pada titik tertentu harus terjun melakukan pendampingan
-
Pendidikan Multikultural untuk SMA. Melalui Film, kerja ini dilakukan dengan konsep sederhana. Sasarannya adalah siswa SMU lintas agama, lintas budaya, dan berbagai indentitas sosio-kultural lain. Model ini dilakukan sebagai upaya diseminasi pengalaman multikultural yang dinilai penting dan urgen dilakukan saat ini terlebih untuk kaum muda.
-
Mapping Kesenian Tradisi di Malang Raya. Seniman tradisi masih diasumsikan sebagai bagian dari suballtern yang harus disuarakan. Sejak tahun 2004, Puspek Averroes telah melakukan amanah ini dengan dukungan dari Desantara Institute.
-
Menggalang kekuatan agamawan Moderat di Malang Raya. Tugas ini dilakukan dalam rangka memperkuat modal sosial demi masifitas gerakan pluralisme dan multikulturalisme di Malang. Minimal, komunikasi dan ruang dialog dengan kiai, pesantren,akademisi,dan agamawan laindi jaga oleh para lasykar di divisi ini.
-
Pembentukan Kaderisasi Tim Trainer. Keberadaan PUSPeK cukup memberi warna bagi pengembangan intelektual di Malang, khususnya di kalangan mahasiswa. Maka tak berlebihan jika divisi ini ingin menyumbangkan trainer-treiner yang dibutuhkan dalam pelatihan.
Divisi Kominfo, Media dan Propaganda.
Dengan dilandingkan dua web milik puspek ; www.puspek-averroes.org dan www.jelajahbudaya.com, divisi ini tugas utamanya adalah ngrumat (maintenance). Divisi ini juga bertugas melakukan analisis media dengan dukungan data-data kliping tentang budaya, agama, dan multikulturalisme. Divisi ini juga bertugas men-sounding pluralisme dan multikulturalisme ke publik sebagai dua gagasan strategis dalam menapak jalan : membangun wacana kritis rakyat.
