Komunitas
L. RIANSYAH. Rasa minder menghantuinya ketika mendapat amanah menggantikan Paring Waluyo untuk menduduki jabatan tertinggi PUSPeK Averroes. Lajang alumnus Matematika F MIPA Unibraw ini merasa silau memandang para direktur sebelumnya yang semuanya adalah orang hebat dan mampu membawa harum nama PUSPeK Averroes. Berbekal semangat persahabatan, pria kelahiran Madiun berbintang Aries ini mencoba berbenah diri, minimal membiasakan diri untuk mandi dan gosok gigi sehari sekali meski itu sangat berat dilakukan. Bodi kurus, kacamata tebal dan kribonya yang nggilani ia jadikan ’nilai jual’ untuk merengkuh semua keluarga PUSPeK Averoes untuk belajar dan berjuang bersama melanjutkan ’perang’ yang tak pernah usai. Penyuka film India ini sering dianggap memiliki orientasi seks menyimpang karena seumur hidup belum pernah punya pacar. Setelah diinvestigasi, mantan Sekretaris PUSPeK yang sok ’NU’ ini memang gak laku-laku walau udah diobral dan didiskon abis-abisan. Ternyata, perilakunya yang HOMO adalah sebuah pelarian.
EDI PURWANTO. Sering dipanggil Marx Edheng (baca: Markedeng). Lulusan Psikologi UIN ini tampak selalu garang. Auranya memang lain dari yang lain, GELAP! Karena seluruh tubuhnya berbalut kulit hitam. Meski kurus kerempeng, bungsu dari keluarga petani di Wlingi Blitar ini sejak mahasiswa mengembara ke berbagai kota dan kabupaten di Pulau Jawa untuk menimba Ilmu Filsafat. Tak heran jika orang menjulukinya “Sang Komentator” alias tukang maido. Pasca kekosongan jabatan Direksi Admin di tubuh PUSPeK, mantan Aktifis PMII Cabang Kota Malang ini langsung mencalonkan diri untuk mengisi jabatan Direksi Admin (Maksude Sekretaris, ngono) dan menang konvensi secara mutlak karena memang tidak ada seorang pun yang berminat dengan posisi itu selain dia.
DAMAN HURI. Alumnus Fakultas Pertanian ini sering dipanggil ”Romo” karena kedekatannya dengan tokoh-tokoh non muslim. Pria kekar dan seksi ini memang lumayan ganteng meskipun dia personil tertua di PUSPeK. Tak heran jika banyak gossip yang selalu mengiringi jejak langkahnya, mulai dari skandal ‘Ibu Rumah Tangga’ sampai dengan ‘Anak SMA’. Merasa perjuangan membela kaum buruh belum tuntas, pria asli Wajak Kabupaten Malang ini tak berminat untuk menikah. Revolusi Proletariat adalah cita-citanya. Dengan penuh kesahajaan, pria sederhana ini memegang kendali Direksi Keuangan Puspek dan menjadi ujung tombak Fund Rising lembaga.
AHMAD AINUR RAHMAN. Di FIA Unibraw namanya dikenal sebagai Kaisar Marhen II, meski sama sekali tidak pernah bersentuhan langsung dengan organ berhaluan nasionalis. Nunur, begitu biasa dia dipanggil oleh temannya ádalah alumnus Ilmu Adminstrasi Negara FIA Unibraw yang pernah menduduki jabatan tertinggi Dianns, salah satu Lembaga Pers Mahasiswa papan atas di Unibraw. Kefasihannya dalam menjelaskan filsafat mulai Yunani sampai Post Colonial, menjadikannya selalu berdebat dengan Marx Edheng dalam diskusi-diskusi di PUSPeK, baik yang formal maupun di saat tidur-tiduran. Pria kurus sedang yang terlahir dari keluarga NU ini baru merasa benar-benar menjadi nahdhiyin kaafah setelah bisa dan terbiasa ber-istighotsah dua minggu sekali di Averroes. Sang Kaisar Marhaen ini memimpin roda organisasi di Biro Internal.
ABDULLAH YAZID. Cool dan pendiam. Inilah kesan yang muncul bagi siapa pun yang baru mengenalnya. Namun siapa pun ketika sudah dekat dengan penulis artikel kelas nasional ini, pasti akan selalu diajak nggedabrus sampai berjam-jam. Baginya, ritual ngopi sehari 3 kali adalah fardhu ain yang lebih utama dari sholat lima waktu. Kecerdasannya diakui di komunitas, terlebih ketika menggunakan jurus analisis subyek. Kemampuan mengetik yang sangat cepat, menjadikannya selalu diandalkan dalam mendokumentasikan forum-forum penting. Meski memiliki banyak kelebihan, semua orang sering dibuat marah karena alumnus FKIP Bahasa Inggris Unisma kelahiran Lamongan ini jarang mengkomunikasikan setiap tindakan-tindakan anehnya. Bulzid, panggilan lajang yang wajahnya mirip-mirip RB ini, menahkodai Biro Eksternal Puspek Averroes.
ALIFUL MA’ALIF. Sebenarnya dia adalah personil yang paling senior di PUSPeK Averroes. Karena, sejak menginjakkan kaki di Malang tahun 2003, mahasiswa UIN Malang ini sudah langsung bersemayam di markas Averroes. Namun, kehausannya untuk bergulat di dunia pergerakan mahasiswa menjadikan pria hitam manis ini harus berkelana sejenak untuk melampaui pertarungan demi pertarungan. Meski begitu, aktivis kelahiran Bangkalan ini masih menyempatkan diri tidur di Markas meskipun hanya sekedar untuk judi dan main monopoli. Di PUSPeK, putra mantan Klebun ini memimpin Biro Penelitian dan Pengembangan Komunitas.
HAPPY BUDI FEBRIASIH. Pergaulan lamanya di Averroes yang kebanyakan adalah kaum adam, menjadikan orang sering lupa bahwa dia adalah perempuan. Epol, begitu dia biasa dipanggil, adalah personil PUSPeK yang telaten mendampingi komunitas seniman tradisi di Malang. Bicaranya memang ceplas-ceplos, dan terkadang tak terkontrol. Namun itulah kelebihannya, karena selalu jujur dan tidak basa-basi. Ketika melihat ketimpangan, pasti langsung dihajar. Semenjak diminta memimpin Komunitas Studi Gender (KSG) Averroes, gadis kelahiran Purwokerto ini terpaksa harus menanggalkan jabatannya di Direksi Administrasi. Meski begitu, Alumnus FIA Unibraw dan Mantan PU Dianns ini masih merelakan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memperkuat formasi PUSPeK Averroes sebagai Koordinator Divisi Kominfo, Media, dan Propaganda.
FAIROUZ HUDA. Ganteng nan mungil, itu yang nampak secara kasat mata. Tapi jangan salah, ketika sudah ada di depan massa dan pegang megafon, polisi mana pun akan gemetar mendengarkan orasinya. Ya, dialah Fairouz Huda, pria Sumenep berdarah bangsawan ini masih berjuang keras untuk lulus dari FISIP UNMER Malang. Kemampuan komunikasinya cukup luar biasa untuk seumurannya. Tidak hanya pandai berpolitik, Pak Ayu’, sapaan khas para keponakannya, juga dikenal play boy. Untungnya bendhere berkumis tipis ini tahu batas-batas agama sehingga ia tidak terjerembab ke lembah nista. Kapasitas intelektual dan leadershipnya menjadikan komunitas mempercayakan sebagai Koordinator Divisi Advokasi dan Community Development Puspek Averroes kepadanya, meskipun ia terhitung baru di Averroes.
MIFTAH WAHYUDI. Meski beda warna kulit, semua sepakat kalau wajahnya mirip Ariel Peterpan. Pria romantis ini dikenal paling fasih membincang Psyco Analysis. Tapi juga tak kalah hebat ketika menjelaskan tentang cultural studies dan postmodernisme. Meski begitu, tidak ada yang ragu bahwa lelaki asli Lamongan ini adalah seorang santri tulen. Di Malang pemikirannya cukup liberal, tapi kalau di rumah ia dikenal sebagai ustadz yang ‘alim. Aura lajang melankolis ini nampak selalu ceria dan nyantai seakan menutupi sifat aslinya yang agak introvert. Yudi, begitu panggilannya, tengah berkonsentrasi mengerjakan skripsinya untuk sebagai sarjana Fak. Psikologi UIN Malang. Sebagai pemerkuat formasi PUSPeK, ia menjabat sebagai Koordinator Divisi Kajian dan Penguatan Wacana ini.
SUSUNAN PENGURUS PUSPEK AVERROES 2007-2010
Direktur Eksekutif : Levi Riansyah, S.Si
Direksi Admin : Edi Purwanto, S.PSi
Direksi Keuangan : Daman Huri, SP
BIRO INTERNAL
Pimpinan Gerakan : Ahmad Ainur Rohman, S.A.P.
Divisi Kajian dan Penguatan Wacana
M. Miftah Wahyudi (co)
Urin Laila Sa’adah
Zikri Kasyfur Rahman
Divisi Penelitian dan Pengembangan Komunitas
Aliful Ma’alif(co)
Muthola’ul Anwar Az Zacky
M. Najib
BIRO EKSTERNAL
Pimpinan Gerakan : Abdullah Yazid, S.Pd.
Divisi Advokasi dan Community Organizer
Fairouz Huda (co)
Nova Kurnia
Samsud Duha
Divisi Kominfo, Media, dan Propaganda
Happy BF, S.A.P. (co)
Fauzan Fuadi
Lian Agustina
Pradina Sintaning
