Maret 4th, 2009
Nanang Wahid Zatmiko*)
Bersepeda bukan sekedar mengendarainya, terlebih bagi mereka yang memilih ontel sebagai tunggangan sehari-hari. Ontel benar-benar terlipat dalam catatan sejarah. Tidak banyak orang tahu asal muasalnya, namun sejak dulu Soekarno telah mengendarainya untuk keliling Jakarta. Pada masanya yakni tahun 60-an kebawah, ontel menjadi alat transportasi cukup mahal. Tidak semua orang bisa memilikinya, cukuplah di daerah perkotaan ontel lalu lalang dengan nomor seri harus terus diperbaharui setahun sekali. Namun kini, sungguh terasa unik masih ada anak muda yang tekun merawat dan mengendarai ontel tua kemanapun ia melalang-lang buana. Read the rest of this entry »
Posted in RAGAM | No Comments »
Februari 25th, 2009
Oleh. L. Riansyah
Asumsi Fukuyama bahwa kapitalisme dan demokrasi liberal sebagai akhir dari evolusi ideologi dunia mulai tergugat di negerinya sendiri. Meski determinisme yang diabadikan Fukuyama dalam The End Of Histori and The Last Man itu telah mendapat banyak kritikan dan antitesis oleh berbagai pakar ekonomi dunia, namun secara faktual kemenangan dan kokohnya kapitalisme dan pasar bebas seakan tak dapat terbantahkan secara faktual. Namun belakangan, saat pailitya Lehman Broters, mitos akan kesaktian liberalisme pasar mulai diragukan. Terlebih gara-gara bangkrutnya Bank Investasi memiliki asset lebih dari 125 miliar dolar AS Bush seakan mengkhianati prinsip liberasi ekonomi dengan melakukan dana talangan (proeksi. Tak berlebihan jika kemudaian Akhmad Khuseini menyindir bahwa Liberasi ekonmi telah mati (Antara News).
Read the rest of this entry »
Posted in DISKUSI | No Comments »
November 18th, 2008
Dari tahun ke tahun, keberadaan partai Islam semakin menjamur akan tetapi perolehan suaranya tetap. Bahkan bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan tahun 1955. Hal ini disebabkan oleh kanibalisme dan eksklusivisme yang menggurita di dalam partai-partai Islam. Read the rest of this entry »
Posted in DISKUSI | 1 Comment »
Oktober 27th, 2008
Bertolak dari paparan Fanon “Concerning Violence” dapat diketahui beberapa hal sebagai berikut. Pendekatan yang digunakan Fanon adalah mengungkapkan pengalaman subjektif manusia pada masa kolonisasi dan dekolonisasi yang antara lain mencakup: (1) Bagaimana kolonialisasi dan dekolonisasi dapat disebut sebagai fenomena kekerasan (2) bagaimana kaum penjajah mengkonstruksi identitas kaum pribumi dan dirinya sendiri, dan bagaimana kaum pribumi mengkonstruksi identitas sang penjajah dan dirinya sendiri, (3) bagaimana relasi sosial antara kaum penjajah dan pribumi; dan relasi antara intelektual pribumi/borjuasi nasional dengan pemerintah/borjuasi kolonial; (4) bagaimana kekerasan ditransformasikan dari kaum penjajah terhadap kaum yang dijajah dan dari ke level masyarakat ke individu. Read the rest of this entry »
Tags: black skind and white mask, dekolonisasi, Frantz Fanon, india, koloni, kolonisasi, penjajahan, poskolonial, ras, warna kulit
Posted in DISKUSI | 4 Comments »